Kumpulan Cerpen Singkat Persahabatan / Cinta / Lucu (Pengertian & Unsur Intrinsik Cerpen)

Assalamu’alaikum sobat sharing, jumpa lagi dengan blog katasiana yang kali ini akan membahas tentang cerpen. Nah, pastinya kalian udah pernah denger ataupun pernah baca cerpen bukan? Apasih cerpen itu? Kenapa bisa disebut cerpen? Bagaimana ciri-ciri cerpen itu? Ada apa aja sih unsur yang terlibat dalam cerpen itu sendiri? Nah, yuk kita simak ulasannya di bawah ini.


Pengertian Cerpen (Cerita Pendek)


Cerpen (cerita pendek) adalah sebuah karangan yang bersifat fiktif (khayalan) dan isinya mengenai kisah kehidupan seseorang beserta seluk beluknya yang kemudian diceritakan  dengan singkat, padat, dan langsung mengarah pada tujuan cerita.

Menurut pendapat beberapa ahli, cerpen memiliki pengertian sebagai berikut:

  1. Menurut KBBI (kamus besar bahasa indonesia)

Cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang merupakan suatu penjelasan mengenai bagaimana terjadinya suatu hal atau peristiwa, dan kata pendek yang berarti kisah yang pendek atau dalam artian tidak lebih dari 10.000 kata dan tidak lebih dari 10 halaman yang dapat memberikan kesan yang menonjol dan memfokuskan pada salah satu figur saja.

  1. Nugroho Notosusanto (Dalam Tarigan)

Menyatakan bahwa, cerpen merupakan cerita yang panjangnya kurang lebih 5000 kata atau sekitar 17 halaman kuarto spasi yang terpusat dan komplet pada dirinya sendiri.

  1. Sumardjo dan Saini

Sumardjo dan Saini menyatakan, bahwa cerpen adalah cerita fiktif (khayalan) yang berarti tidak nyata terjadi dan diceritakan dengan singkat dan relatif pendek.

  1. Menurut H.B. Jassin Sang Paus Sastra Indonesia

Mengatakan bahwa, yang dimaksud dengan cerita pendek berarti harus mengandung beberapa komponen diantaranya adalah pengenalan, konflik, dan pemecahan masalah.

  1. Menurut Aoh. KH

Aoh. KH mengartikan bahwasanya, cerpen merupakan salah satu bentuk fiksi/ cerita khatalan yang biasanya disebut dengan prosa pendek.

  1. Menurut J.S Badudu

J.S Badudu berpendapat bahwa, cerpen merupakan sebuah cerita yang hanya mengarah dan lebih berpusat pada satu peristiwa itu saja.

Cerpen biasanya tidak lebih dari 10.000 kata atau tidak lebih dari 10 halaman. Dengan demikian, pembaca dapat berfokus pada satu tokoh dan satu situasi saja. Cerpen juga bisa berasal dari legenda ataupun mitos. Pada umumnya, cerpen yang sering kita jumpai beragam jenisnya mulai dari cerpen remaja, anak-anak, persahabatan, cinta, pendidikan, cerpen lucu dan masih banyak lagi.


Ciri-Ciri Cerpen


Cerpen, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tuntas dibaca dalam sekali duduk.
  2. Hanya memiliki 1 alur (jalan cerita) saja.
  3. Cerpen terdiri dari kurang lebih 10.000 kata dan tidak lebih dari 10 halaman.
  4. Ceritanya cenderung lebih singkat dari pada novel maupun novella.
  5. Tidak menggambarkan semua cerita para tokohnya, melainkan langsung pada tujuan cerita satu tokoh saja.
  6. Bersifat fiktif (khayalan).
  7. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.
  8. Terdapat salah satu figur tokoh yang ada didalam cerita mengalami konflik sampai pada pemecahan masalah.
  9. Pada umumnya cerpen menceritakan tentang kehidupan sehari-hari.
  10. Didalam sebuah cerita pendek (cerpen) mengandung nilai moral yang mendalam sehingga para pembaca dapat ikut merasakan isi dari cerpen tersebut dan dapat mengambil pelajaran dari apa yang terkandung didalam cerita pendek tersebut.

Unsur Intrinsik Cerpen


Sebelum kita kaji lebih mendalam tentang unsur intrinsik, maka perlu diketahui arti dari unsur intrinsik terlebih dahulu. Unsur intrinsik merupakan unsur (komponen) yang terkandung didalam sebuah karya sastra. Dimana, unsur intrinsik yang harus ada didalam pembuatan sebuah cerpen diantaranya adalah tema, alur/plot, setting/latar, tokoh/pelaku, penokohan/perwatakan, sudut pandang dan amanat.

Adapun penjelasan dari beberapa unsur tersebut sebagai berikut:

Tema

Tema merupakan ide pikiran atau gagasan pokok pada sebuah cerita. Dalam setiap pembuatan karya sastra maupun karya tulis haruslah mempunyai sebuah tema. Jika diibaratkan, ketika kita membuat sebuah rumah, tema merupakan fondasinya.

Tema pada umumnya yang biasa kita temui pada sebuah cerita adalah cerita yang betemakan jasmani, sosial, ketuhanan, kesehatan, pendidikan, asmara, kepahlawanan, dan masih banyak lagi.

Alur atau Plot

Selain tema, alur atau plot juga mempunyai peranan penting dalam sebuah cerita seperti cerpen. Cerita tanpa memiliki alur yang jelas, maka tidak akan jelas pula arah penceritaannya. Alur atau plot merupakan rangkaian jalannya cerita dari sebuah karya sastra.

Alur juga memmiliki bentuk tahapan-tahapan rangkaian peristiwa sebagai berikut:

  1. Tahap pengenalan
    Tahap pengenalan ini, menggambarkan pelaku/tokoh dalam cerita.
  1. Tahap penampilan
    Pada tahap penampilan ini, menceritakan persoalan yang dialami oleh si tokoh/pelaku cerita.
  1. Tahap konflik
    Pada tahap ini, terjadinya perbedaan pendapat antara pelaku antagonis dan protagonis.
  1. Klimaks (puncak konflik)
    Konflik mencapai puncaknya.
  1. Tahap penyelesaian konflik
    Pada tahap ini, konflik sudah terselesaikan.

Dalam pembuatan alur atau plot penulis cerita harus memperhatikan karakter tokoh yang akan diceritakan . semakin baik karakter tokoh yang diceritakan, semakin besar pula konflik (masalah) yang akan terjadi.

Setting atau Latar

Setting/latar merupakan deskripsi atau gambaran tentang waktu, tempat dan suasana terjadinya peristiwa didalam cerita. Pelaku dalam cerita biasanya hidup pada tempat dan masa tertentu yang mengakibatkan terjadinya suatu peristiwa yang dialami pelaku cerita.

Latar dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Latar waktu

Latar waktu yaitu mengenai kapan terjadinya peristiwa tersebut. Misalnya, peristiwa tersebut terjadi ketika pagi hari, siang, sore, ataupun pada malam hari.

  • Latar tempat
    latar tempat yaitu mengenai dimana peristiwa tersebut terjadi. Misalnya, tempat terjadinya peristiwa tersebut ada didalam hutan, di dapur, di teras depan rumah, di halaman rumah, dan masih banyak lagi yang menunjukkan latar tempat sesuai yang sedang diceritakan oleh si penulis cerita.
  • Latar suasana

Latar suasana yaitu mengenai keadaan psikologis yang timbul bersamaan dengan jalan cerita. Misalnya, suasana sedih, senang, haru, tegang.

Tokoh atau Pelaku

Tokoh adalah pelaku yang terlibat dalam sebuah cerita. Setiap tokoh biasanya memiliki karakter atau sifat yang berbeda. Pada umumnya, dalam sebuah cerita terdapat tokoh yang memiliki karakter protagonis yaitu tokoh yang memerankan karakter baik yang mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang dapat memberikan teladan bagi kita,

karakter antagonis (penentang cerita) yaitu tokoh yang memerankan karakter jahat/nakal yang menyebabkan timbulnya persoalan/konflik yang dapat menciptakan suasana ketegangan dalam suatu cerita, serta ada juga tokoh berperan sebagai tokoh pendukung(figuran)

Penokohan atau Perwatakan

Disini, yang dimaksud dengan penokohan atau perwatakan adalah bagaimana pengarang memberikan sifat/watak yang ada pada diri tokoh dalam sebuah cerita   . Sifat tersebut dapat terlihat dalam pemikiran, ucapan, dan opini tokoh cerita dalam suatu hal/peristiwa. Didalam penokohan, terdapat 2 macam metode diantaranya:

  1. Metode analitik

Metode analitik merupakan suatu cara menggambarkan sifat tokoh secara langsung . misalnya, tokoh tersebut memiliki sifat pemberani, keras kepala, pemalu, pemalas, rajin,  penakut, dan lain sebagainya.

  1. Metode dramatik

Metode ini merupakan suatu cara penggambaran sifat tokoh secara tidak langsung, bisa dengan cara

  • penggambaran fisik, misalnya : postur tubuh, cara berpakaian, dan lain sebagainnya.
  • Penggambaran melalui sebuah dialog/percakapan dimana akan terdapat reaksi dari tokoh lain yang berupa pandangan atau opini pada tokoh cerita tersebut.

Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan cara pandang(pemikiran) penulis terhadap suatu peristiwa yang ada didalam cerita. Sudut pandang terbagi menjadi 4 bagian, antara lain:

  1. Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama

Sudut pandang ini, biasannya menggunakan kata ganti Aku atau Saya, yang seolah-olah penulis terlibat didalam cerita.

  1. Sudut pandang pertama sebagai pelaku sampingan

Pada sudut pandang ini, tokoh Aku tidak hadir didalam cerita, melainkan dia hadir seolah-olah hanya menjadi saksi dalam cerita yang akan bercerita kepada pembacanya.

  1. Sudut pandang ketiga serbatahu

Sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga seperti Dia yang dijadikan titik berat suatu cerita. Dan pengarang menceritakan apa saja hal-hal apa saja yang dilakukan oleh tokoh Dia tersebut.

  1. Sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat

Pada sudut pandang ini, pengarang hanya menggambarkan apa yang dialami, dirasakan, dipikirkan, dan dilihat oleh tokoh didalam cerita tersebut.

  1. Amanat

Amanat merupakan pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca berupa nilai-nilai moral yang dapat dijadikan contoh dan teladan. Amanat dalam cerita bisa saja tersurat (jelas terlihat) juga bisa saja tersirat(tersembunyi). Amanat yang terkandung dalam cerita bisa diketahui ketika pembaca mengikuti alur didalam cerita.


Unsur Ekstrinsik Cerpen


Selain faktor yang mempengaruhi dari dalam cerpen ternyata juga ada faktor dari luar yang mempengaruhi pembuatan cerpen yang dinamakan unsur ekstrinsik. Di dalam unsur ekstrinsik terdapat unsur-unsur atau komponen-komponen dari faktor luar yang akhirnya membentuk sebuah cerpen. Komponen-komponen tersebut diantaranya adalah:

Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat adalah keadaan masyarakat lingkungan penulis yang mempengaruhi penulis membuat sebuah karya sastra cerpen tersebut. Adapun yang mempengaruhi penulis diantaranya adalah:

  1. Ideologi negara
  2. Kondisi politik
  3. Kondisi perekonomian suatu negara atau bangsa
  4. Kondisi sosial suatu bangsa atau negara

Latar Belakang Penulis

Latar belakang penulis merupakan faktor-faltor yang mempengaruhi penulis dalam menulis sebuah cerpen. Latar belakang tersebut meliputi:

  1. Biografi Penulis

Biografi penulis berisi tentang riwayat hidup sang penulis secara keseluruhan.

Setiap penulis memiliki biografi yang berbeda sehingga menghasilkan suatu karya dari sudut pandang yang berbeda pula, misalnya dari segi gaya bahasa yang digunakan penulis merupakan ciri tersendiri dari penulis tersebut.

  1. Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis sangat berpengaruh pada pembuatan sebuah karya sastra seperti cerpen. Jika sang penulis sedang merasa sedih maka, penulis akan membuat cerita yang bersuasana sedih. Begitu pula sebaliknya, ketika penulis sedang mersa senang, penulis akan membuat suatu cerita yang menyenangkan sesuai mood penulis saat membuat cerita tersebut.

  1. Aliran Sastra Penulis

Aliran sastra merupakan kondisi religi yang diyakini oleh penulis, yang dapat mempengaruhi gaya bahasa dan gaya penulisan suatu cerita.

Nilai-Nilai Yang Terkandung Di Dalam Cerpen

  1. Nilai Agama/Religius

Nilai agama merupakan faktor-faktor yang dapat dijadikan anutan atau teladan sesuai ajaran agama yang diyakini oleh seseorang.

  1. Nilai Sosial

Nilai sosial merupakan nilai atau pembelajaran  yang bisa diambil dari hubungan interaksi antar tokoh didalam sebuah cerita.

  1. Nilai Moral

Di dalam sebuah cerpen biasanya terdapat nilai moral yang baik ataupun buruk yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran bagi kita.

  1. Nilai Budaya

Nilai budaya merupakan hal-hal yang mengenai nilai-nilai  adat istiadat dan budaya yang berlaku.


Struktur cerpen


Selain terdapat ciri-ciri dan unsur-unsur, didalam pembuatan sebuah cerpen kita juga wajib mengetahui struktur atau kerangka dari sebuah cerpen yang terdiri dari abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi,resolusi, dan koda. Berikut penjelasannya:

  1. Abstrak

Abstrak adalah inti dari sebuah cerita yang akan dijabarkan menjadi  rangkaian suatu kejadian atau peristiwa.  abstrak juga berarti dapat digunakan sebagai pendahuluan (gambaran awal) didalam sebuah cerita. Abstrak didalam sebuah cerpen bersifat opsional yang berarti kita bebas memilih menggunakan abstrak atau tidak.

  1. Orientasi

Orientasi merupakan suatu hal yang bersangkutan  dengan tempat, waktu dan situasi yang terdapat didalam sebuah cerita tersebut. Pada umumnya, orientasi tidak hanya terbatas fokus pada satu tempat, waktu dan situasi saja melainkan didalam sebuah cerita terdapat banyak peristiwa yang berbeda dialami oleh setiap tokoh atau pelakunya.

  1. Komplikasi

Komplikasi merupakan serangkaian peristiwa-peristiwa  yang bersangkutan dan yang memuat mengenai sebab akibat terjadinya peristiwa pada sebuah cerita. Dengan komplikasi, kita dapat menentukan karakter dari pelaku atau tokoh didalam cerita. Hal tersebut dapat kita ketahui karena karakter tokoh akan tampak terlihat ketika terdapat kerumitan pada suatu masalah.

  1. Evaluasi

Evaluasi merupakan kerangka dari masalah-masalah yang timbul didalam cerita yang memusat pada puncak permasalahan sampai memperoleh deskripsi mengenai pemecahan permasalahan tersebut. Didalam kerangka atau struktur evaluasi ini dapat menentukan menarik tidaknya suatu cerita yang akhirnya bisa mempengaruhi pembaca.

  1. Resolusi

Resolusi merupakan solusi tentang permasalahan yang diberikan oleh penulis kepada tokoh atau pelaku didalam ceritanya.

  1. Koda

Koda merupakan hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari suatu cerita. Didalam cerpen, koda dapat kita ketahui setelah kita membaca sampai tuntas dari awal hingga akhir cerita dengan seksama. Koda biasanya bisa berupa nasehat, peringatan dan pembelajaran bagi pembacanya.


Cerpen Singkat


cerpen singkat tantang ayah
pixabay.com

HATI YANG LEMBUT

Berbeda dengan Mama,  Papa mempunyai  cara tersendiri  untuk menunjukkan rasa cintanya kepada anak-anak dan keluarganya. Papa, tidak pernah sesering seperti mama mengatakan “aku sayang kamu ataupun kalian”.

Papa akan lebih sering melarangku untuk melakukan hal-hal ini dan itu, atau dengan kata-kata yang lebih kasar, “pakai seragam kok seperti itu, mau jadi apa kamu”, begitulah. Papa lebih banyak marah ketika anak perempuannya keluar rumah sendiri, daripada mengatakan dengan lembut.

“Dina, mau kemana kamu?!!”, jelas Papa melarangku untuk pergi seorang diri, meskipun itu hanya pergi ke toko untuk membeli beberapa kebutuhan.

Yah, aku bukan satu-satunya anak yang sering jengkel,  marah,  kecewa kepada seorang Papa, gumamku.

“aku sudah besar Pa, aku sudah bisa jaga diri !”, tentu saja aku protes dengan perlakuan Papa kepadaku. Jelas aku kecewa karena selalu saja dilarang dan diperlakukan seperti hidup di tahanan. Tapi, apa ternyata pendapat mama tentang Papa yang bersifat seperti itu .

“kamu beruntung sayang memiliki seorang Papa yang seperti itu, itu berarti dia sangat sayang sama kamu”, ujar mama membela papa. “tapi  Ma, aku kan sudah besar, bukan anak kecil lagi”, elakku tidak setuju dengan ucapan mama.

“Dina sayang, justru karena kamu sudah besar makanya Papamu jadi seperti itu, begitulah sosok seorang Papa, meskipun kamu bilang beliau kasar dan menjengkelkan tapi sebenarnya hati Papamu sangat sayang sama kamu, hati papamu lembut nak”, bela mama.

Bila kamu yang dinesehati begitu, apa kira-kira akan menerima nasehat ibuku? Tidak. Ya, sama denganku. Menurutku “Papa tetap egois, tidak memikirkan aku” semakin kesal dalam hatiku.

Aku memang gadis yang berbeda. Sampai usiaku yang ke-17 ini kemana-mana selalu diantar. Tidak boleh membuat acara sendiri. Aku selalu bertanya-tanya, benarkah papa sayang padaku?

“Lalu gimana seharusnya Papa menyayangimu nak?” Tanya Mamaku.

“Seharusnya Papa bisa seperti Mama yang pengertian” Jawabku jengkel.

“Memangnya Mama dan kamu bisa hidup jika Papa seperti itu?” Tanya Mamaku, yang membuatku mengeryitkan dahi.

Papa memang sangat berbeda cara menunjukkan sayangnya. Akupun selalu bertanyta-tanya “Kenapa Papa memperlakukanku tidak sama dengan cara memperlakukan ibu?” Pertanyaan ini semakin membuatku jengkel.

Sampai pada suatu malam yang larut, aku terbangun. Kemudian hendak minum ke dapur melewati ruang keluarga. Tak sengaja aku melihat Papa menghampiri Mama dengan membawa foto-fotoku ketika kecil.

Papa mengatakan “Ma, lihat 15 tahun yang lalu, lucu sekali ya si Dina”

“Iya dong, anak Mama…” balas Mama.

Papa tersenyum lalu menarik nafas yang dalam, kemudian berkata “Anak ini semakin cantik. Bahkan lebih cantik dari yang ku perkirakan dulu. Papa gak ingin ada lelaki hidung belang di luar sana yang menyakitinya, atau bahkan merenggut kehormatannya Ma. Papa ingin dia benar-benar mendapatkan laki-laki yang tepat, saat dia siap nanti”

Mendengar itu semua, dinding kemarahanku seakan runtuh. Tak kuasa aku menahan air mata melihat wajah Papa yang semakin terlihat tua itu. Sekarang aku mengerti. Mulai saat itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menyayangi Papa dan memaklumi ketegasannya.

— TAMAT —

 


Cerpen Persahabatan


 

Persahabatan yang Abadi

Roni namanya, saat ini berusia 13 tahun. Dia adalah anak yang kurang beruntung. Ia hanya memiliki 1 ginjal. Ketika berumur 3 tahun dokter menyatakan bahwa hanya satu ginjalnya yang dapat berfungsi. Sedih, tentu saja. Tak selalu hadir senyuma di bibirnya.

Suatu hari, terpaksa 32 suntikan ditancapkan ke bagain-bagian tubuhnya untuk menahan rasa sakit itu. Bahkan ia telah bosan dengan kehidupan yang seperti itu. Roni sangat merindukan kehidupan yang normal seperti teman-teman lainnya.

Beruntungnya Roni punya teman bernama Ilham. Dia yang selalu memberi semangat kepada Roni. Ilham sering mengatakan kepada Roni “Meski cuma memiliki 1 ginjal, kamu punya hak yang sama untuk hidup normal dan bahagia”. Kata-kata sederhana itu selalu membuat Roni lebih tegar.

Pada suatu waktu, Roni terlihat sangat lemas kelelahan. Ilham tak kuasa menahan iba, kemudian bertanya: “Kenapa ron?”

“Tidak apa-apa” jawab Roni dengan nafas terengah.

“Ron, sudah kubilang tidak usah ikut pelajaran olahraga” tegas Ilham.

“Aku hanya ingin mencoba saja seperti yang lain, apa itu salah?” jawab Roni sambil membentak.

Suasana hening beberapa saat.

Meski khawatir Roni tersinggung, Ilham memberanikan diri berbicara lagi.

“Tapi kondisi tubuhmu tidak memungkinkan Ron, kamu tahu itu..” Kata Ilham.

“Aku sangat tau itu ham, bahkan lebih tahu dari pada kamu”

“Ahh sudahlah, apa kau mau persahabatan kita berakhir hanya karna pelajran olahraga?” Tegas Roni sambil bergegas meninggal kan ilham sendiri.

Mendengar kata-kata Roni itu Ilham sangat sedih dan kecewa. Dengan lirih ia bergumam “Aku hanya khawatir padamu Ron, dan gak tau apa yang harus kulakukan untukmu.”

Hari-hari Roni memang sangat menyedihkan. Namun dia tak pernah menunjukkannya kepada siapapun, termasuk sahabatnya, Ilham.

Sampai pada suatu ketika, Roni sedang belajar kelompok di rumah Ilham. Ibu Ilham juga sudah lama mengetahui kondisi Roni. Bahkan sudah menganggap Roni sebagai anak sendiri sejak ayah dan ibu Roni meninggal dunia. Selama ini Roni tinggal bersama bibinya.

Sambil menepuk pundak Ilham, Roni mengatakan: “Ilham, kau adalah sahabat sejatiku, selamanya”.

Sesaat setelah itu tiba-tiba Roni marasa kesakitan. Ilham dan Ibunya sangat panik. Mereka lantas memutuskan untuk membawa Roni ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa kondisi Roni sudah sangat parah. Jika ingin menyelamatkannya maka jalan satu-satunya adalah dengan cara operasi donor ginjal. Ilham juga mendengar hal itu. Lantas ia berkata kepada ibunya.

“Ibu, biarkan aku yang menyumbangkan ginjal untuk Roni” kata Ilham.

“Kamu yakin nak? Itu bisa membahayakan diri kamu sendiri..” Kata ibunya memperjelas.

“Yakin bu, Roni sudah ku anggap seperti saudara kandung. Ibu pun begitu. Aku tidak tega membiarkan Roni terus-terusan kesakitan setiap hari” jelas Ilham.

Mendengar ketulusan Ilham, dengan sedih ibunya memberi izin kepada Ilham.

“Baiklah nak, semoga persahabatan kalian dinilai ibadah oleh Allah”

Tanpa persetujuan Roni, donor dilakulan dalam waktu 3 jam. Proses operasi berjalan dengan lancar.

Setelah sadar, Roni dan Ilham saling menatap di ranjang rumah sakit. Roni memulai percakapan.

“Hai Ilham, ngapai kamu disini?”

“Haha, tak penting. Yang penting impianmu akan segera tercapai Ron. Kamu akan hidup sehat dan normal seperti anak-anak yang lain” Jawab Ilham.

Keluar dari rumah sakit, mereka bermain bergembira bersama.

5 bulan kemudian, tak disangka kondisi Ilham semakin memburuk. Ginjalnya bermasalah. Singkat cerita Ilham meninggal dunia. Persahabatan mereka terpisah oleh maut. Roni saangat sedih.

Roni belum pernah tahu sebelumnya bahwa Ilham mendonorkan ginjal kepadanya. Setelah Ilham meninggal barulah ibu Ilham menceritakan semuanya kepada Roni. Bahwa Ilham yang mendonorkan ginjalnya untuk Roni.

Dan mungkin karna kesalahan dalam proses operasinya sehingga menyebabkan Ilham sakit. Apapun sebab kematiannya, ya itulah takdir. Ilham ditakdirkan oleh Allah setelah menyelamatkan saudaranya.

Mendengar cerita ibu Ilham itu, air mata Roni tak bisa berhenti mengalir. Ia menangis, menderu dan memanggil nama Ilham. “Ilham sahabatku, kenapa kau donorkan ginjalmu untukku..?”

==TAMAT==

Itulah contoh cerpen persahabatan yang disusn ulang dan disari dari karangan Annisa Berliana Dewi, tahun 2013.


Cerpen Lucu


Meski sangat singkat, cerpen lucu ini memiliki struktur yang baik. Cobalah baca, semoga terhibur 😀

CERPEN LUCU

 


Cerpen Cinta


Teman Hidupku

Jarum jam ditanganku masih menunjukkan waktu pukul 6 pagi ketika aku berdiri di terminal kota. Embun pagi yang dingin terasa menusuk-nusuk seluruh tubuh sampai terasa ke tulangku tanpa ampun. Aku bergegas merapatkan jakett denimku yang tak seberapa memberiku kehangatan. Sementara itu, tukang kernet angkutan mulai berteriak mencari penumpang diantara lalu lalang para manusia dan penjual asongan.

Aku menjatuhkan tubuhkan diatas tempat duduk kesukaanku. Bus itu masih terlihat sepi. Baru terdapat beberapa penumpang yang duduk tenang di bangku tempat duduknya masing-masing. Aku melirik bangku tempat duduk kosong disampingku. Dahulu pernah ada seseorang yang duduk disini. Masih terbayang dalam memori ingatanku tentang bagaimana teman perjalanan ku itu berkicau tentang banyak hal. Dan aku tetap masih menjadi pendengar setia. Tapi, saat ini semuanya sudah berbeda. Teman perjalananku telah memutuskan untuk tidak pernah ada lagi disampingku, baik didalam bus maupun diluar sana. Aku menarik nafasku perlahan, seiring dengan penjual asongan menyodorkan sebungkus permen jahe dipangkuanku.

Bus mulai berjalan dengan lambat, bagaikan siput yang terlalu berat memikul rumahnya sendiri. Seorang wanita tua yang kini tengah duduk disampingku sedang asik memandangi perhiasan gelang emas yang melilit dipergelangan tangannya. Gerak tubuhnya mengartikan suasana kegembiraan, seperti saat dengan gembiranya teman seperjalananku ketika menceritakan setiap gelintir pencapaian yang telah dibuatnya.

Dua orang pengamen mulai berkonser di samping pak sopir yang sedang serius mengemudi busnya. Suara ayunan biola dan petikan senar gitar bersahut sahutan dengan sangat serasi. Tidak seperti hubunganku dengan teman seperjalananku  yang tidak serasi lagi. Sementara itu terdapat dua orang penumpang yang sedang asik berbincang-bincang tetapi bukan percakapan yang sama seperti yang telah membuat aku ditinggalkan teman perjalananku hingga saat ini.

“apa perlu aku harus merubah semua hal dari dalam diriku demi seorang cowok?”aku sembari meletakkan daguku di atas besi tua kursi yang catnya sudah mengelupas.

“memangnya kenapa? dengar ya, Kalau kamu ingin mendapatkan sesuatu yang berarti, kamu juga harus membuat diri kamu berarti juga di matanya” celetuk mitha.

“dengan menjadi orang lain?” timpalku

“tidak mengapa menjadi orang lain, asalkan kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau” pembelaan Mitha
“kamu nggak capek?” timpalku kembali.

“tidak apa-apa, semua lelahku akan terbayar nantinya. Seberapa banyak posisi yang sudah kumainkan untuk mendapatkan seseorang semuanya berhasil kan?

“dan sesudah kamu mendapatkannya kamu tinggalkan pergi begitu saja?” timpalku tidak setuju dengan pendapat Mitha

“emang kenapa? Masalah? Bawel banget sih kamu”

“terserah kamu mau ngomong apa. Aku cuman nggak mau kalau nantinya bakalan berbalik ke diri kamu sendiri” ujarku

“semacam karma maksud kamu? Huh, aku nggak percaya dengan hal semacam itu. Hmm, aku tau kamu cuman iri iya kan?” Mitha melirikku dari ujung bola matanya

Kukerutkan dahiku.”iri? maksud kamu apa?

“iya iri, karena dia sebenarnya satu tipe kan sama kamu?

“aku nggak tau dan nggak kenal sama yang kamu maksud dia tadi mit.”

“kamu itu pasti tau, makanya kamu ngomong hal-hal nggak penting gini sama aku”

“aku…???”

“aku cuman pengen berbagi cerita sama kamu, bukan buat minta nasehat. Kalau kamu menginginkan dia juga, berlakulah yang fair. Aku turun disini.”

Aku terpana dengan perkataan yang barusan mitha katakan.

“Mit, tujuan kita masih jauh.”

Tetapi mitha tidak mengindahkan teriakanku sama sekali. Dia malah menyelinap di antara para penumpang bus yang sedang berdesakan. Dan akhirnya turun di halte bus berikutnya.

Sampai detik ini aku tidak habis pikir dengan tuduhan mitha kepadaku. Sebuah nama kembali muncul dibenakku, fani. Aku benar-benar tidak mengetahui siapa sebenarnya pemuda ini. aku hanya tau dari cerita mitha yang pernah berkata bahwa aku pernah bertemu dengan fani pada sebuah acara musik  yang kuhadiri bersama teman-teman SMA ku. Musik yang mitha maksudkan sebagai”musik kegemaranku”. Mitha tidak percaya kalau aku tidak pernah tau tentang orang yang dia maksud.

Aku membuang pikiran jauh-jauh semua hal yang baru saja memasuki pikiranku, karena halte tujuanku sudah jelas terlihat didepanku.

Aku menjatuhkan kaki kananku dengan selamat diatas bus yang penuh sesak. Beraneka macam semerbak aroma yang begitu pekat  menerobos masuk kedalam hidungku. Bus berjalan pelan sambil terbatuk-batuk. Satu halte sudah terlewati tapi tetap tidak merubah posisiku. Aku tetap berdiri berdesakan didepan pintu. Bus, berhenti kembali di halte selanjutnya, ada beberapa penumpang yang turun, namun lebih banyak juga yang naik. Lagi-lagi aku harus cukup puas bertahan diposisiku saat ini.

Bus pun mulai berjalan pelan ketika ada seorang pemuda berteriak sambil berlarian diluar sana. Dia berusaha menghentikan bus yang sedang kutumpangi. Aku mendongakkan kepalaku diantara penumpang yang berdiri dengan acuh tak acuh. Aku bertanya dengan bahasa isyarat sebisanya, yang kira-kira berbunyi: apakah kamu akan naik ? Pemuda itu mengangguk berkali-kali, dan dengan spontan aku berteriak  “kiri” dengan sekerasnya, yang membuat pak supir berseragam biru itu langsung menghentikan busnya dengan segera.

“makasih ya.” Pemuda berbaju putih itu kini sudah berada tepat disampingku.

“sama-sama, sesama penumpang bus harus saling membantu.”

Dia tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya kepadaku. “kenalin, aku Vava.”

Aku menyambut uluran tangan vava dan menyebutkan namaku diantara laju bus yang terkadang membuat tubuh penumpang berguncang.

Setelah mendapatkan kursi, aku merapikan tas ranselku sejenak. Penumpang bus kini mulai menyurut lumayan banyak menyisakan pak kondektur yang berjalan kesana kemari diantara kursi-kursi yang semuanya terisi.

Aku memandangi pepohonan yang seakan berlarian disampingku. Pikiranku kembali melayang kepada mitha. Rupany, mitha benar-benar tidak ingin lagi berteman denganku. Mitha selalu saja menghindar ketika secara tidak sengaja bertemu dikampus.

“nirvana?” tiba tiba suara Vava membuyarkan lamunanku.

Aku memandang vava dengan kening berkerut lalu menggeleng. “pearl jam.”
“aah, Ten, Vs Vitalogy, album-album yang menarik.” Vava tersenyum, sementara aku bingung mengapa tiba-tiba vava bertanya tentang itu.

“kok kamu..” ucapanku menggantung.

Vava menunjuk tas bertuliskan Grunge, yang ada dipangkuanku. “itu.”

“nggak banyak cewek yang suka dengan Grunge. Apa yang membuat kamu tertarik mendengarkan mereka ?”

“entahlah, sebagai penikmat banyak aliran musik, Grunge memberiku sesuatu yang lain.”

Vava mengangguk-angguk . “pasti pernah datang ke salah satu acaranya dong ?”

“pernah, dulu sekali, cuman satu kali .”

“kenapa Cuma sekali ?”

“kurang tertarik sama perkumpulannya. Banyak pemuja Nirvana yang memakai kaca mata kuda. Ketika ada yang mengcover lagu milik band lain, mereka berteriak, mencaci, bahkan kursi bisa sampai melayang ke atas stage. Seharusnya judulnya bukan Grungefest, tetapi Nirvanafest.” Sembari aku menaikkan bahuku.

“itu dulu, sekarang udah beda kok. “

“beda? Sering hadir?”

“selalu hadir malah,”

“sekarang mereka nggak hanya cover band luar aja kok, banyak diantaranya yang punya lagu sendiri.”

Lanjut vava dengan wajah serius.

“oh ya ? kabar yang menyenangkan.”

“hmm, kapan-kapan kamu mau kan aku  ajak ke salah satu gig nya ?”

“entahlah, tapi makasih atas ajakannya.”

Aku menghentikan langkahku tepat didepan pintu gerbang kampus, ketika dari kejauhan aku melihat mitha turun dari mobil berwarna merah.

Kemeja Flanel, jeans robek, dan sneakers kini melengkapi penampilan mitha. Rupanya mitha memang serius dengan perannya. Kemuadian, aku melihat mitha melambaikan tangannya ke arah mobil yang mulai berjalan pelan itu. Mungkin mitha sudah mendapatkan apa yang ia mau, ya, seseorang yang ada didalam mobil hitam itu, gumamku.

Bus yang aku tumpangi sedang kosong. Banyak kursi yang masih tersedia untuk diduduki. Aku memilih untuk duduk disamping jendela, agar aku bisa membukanya dan membiarkan angin menerpa sebagian wajahku. Aku mulai menggeser jendela kaca agar tidak terbuka lebar.lalu aku mengerahkan kedua tanganku yang hanya menghasilkan satu celah kecil sedikit saja. Aku tidak menyerah, terus mencoba lagi dan lagi sampai aku tidak sadar ada tangan yang ikut ambil bagian. Tangan dengan aroma tubuh yang sangat menyegarkan, menggelitik hidungku yang sudah bosan dengan aroma tujuh rupa yang tersebar di dalam bus kota.

“segini cukup ?” vava masih membungkuk disela-sela kursi yang sempit.

“iyak, makasih ya”

“sama-sama, sesama penumpang bus harus saling membantu.” Vava tertawa memamerkan sederetan giginya yang cemerlang.

Aku tertawa. “dari mana ? kok naik dari sini ?”

“ nggak boleh ?”

“maksudku kamu kemarin naik jauh dari halte yang lumayan jauh dari sini.”

“dosennya lagi nggak ada, jadi main dulu ke kosan temen ku di atas”

“oh, jauh banget ngekosnya dari kampus kamu.”

“kenapa? Nggak boleh juga?” tanya vava kocak.

“bukan gitu, aneh aja.”

“ya, soalnya kalau aku bilang lagi nungguin kamu pasti bakalan protes kan ?”

“yee..”

“tuh kan.”

Vava mengeluarkan sesuatu dari tas punggungnya. ”band sepupuku rencanya mau merilis album. Katanya, dia membutuhkan pendapat dari orang luar.” Vava mengulurkan earphone kepadaku.

“kamu meminta pendapatku? tapi kan aku cuman..”

“kamu adalah seorang pendengar, dan pendengar adalah seseorang yang dihargai pendapatnya.”

Lalu aku menerima earphone itu dan menjejalkan dikedua telingaku.

“yang nulis lagu ini pasti Nirvana banget ya ?” sembari melepas earphone, satu lagu sudah aku dengarkan.

“iyaa begitulah, awal mula dia buat band karena dia jatuh hati kepada Nirvana.”

“kental dan terasa sekali. Menurutku, ada beberapa sound gitar yang nggak harus ada disitu, karena itu hanya akan mengingatkan kita kepada nirvana .”

“sudah saatnya, seseorang mengeksplor soundnya sendiri.”

“selebihnya, liriknya kuat. Aku suka.”

“vokalnya ?”

“berkarakter, voklaisnya tahu dimana dia harus melembutkan suaranya atau memberikan aksen kasar. Dalam bayanganku, orangnya pasti kurt cobain sekali.”

Vava memandangku tanpa berkedip dan tersenyum penuh makna. Sepanjang perjalanan, vava membahas semua lagu yang ada dipemutar musiknya.

Hampir setiap hari aku bertemu dengan vava. Dan kami pun semakin dekat karena mempunyai banyak kesamaan dalam banyak hal.

Seperti biasa, pagi itu aku duduk tenang dikursi favoritku, ketika harum aroma melati berkelebat menyentuh hidungku. Tak lama kemudian, ada sesorang yang menepati kursi kosong disampingku.

“hai “ sapa mitha

“mitha ?”

“maafin aku ya, selama ini aku udah nuduh kamu.kamu memang benar, dan rasanya memang menyakitkan. Tapi akhirnya aku sadar, didalam rasa sakitku ini,terdapat sebuah pelajaran bahwa menjadi diri sendiri itu lebih menyenangkan.”

Aku tersenyum, seperti ada rasa hangat  yang menjalari perasaanku.

“terimakasih ya, karena kamu masih mau menerima aku menjadi teman kamu.” Mitha memelukku dengan hangat

“kamu akan selalu menjadi temanku mit, teman perjalanan di atas bus, maupun diluar sana”

Aku memandang ke arah luar jendela . Di dalam bus yang lain, terlihat sosok laki-laki yang sedang tersenyum dan melambaikan tanganya kepada ku, orang itu tidak lain adalah Vava. Seseorang yang kini menjadi bagian dari perjalanan hidupku.


Cerpen Anak


contoh cerpen anak
pinterest

Demikianlah sharing tentang cerpen kal ini. Jika ada kesempatan lain kita lanjutkan untuk sharing tentang:

  • Cerpen Pendidikan
  • Cerpen remaja

 

Leave a Comment